Kenaikan BBM menambah panjang upaya pengentasan kemiskinan jika hal ini tidak disikapi dengan peningkatan kreatifitas dan kualitas sumberdaya manusia. Tuhan telah memberikan cobaan/kesusahan, Tuhan pulalah yang akan memberikan jalan keluar. BBM terbentuk dalam waktu yang sangat lama dan untuk bisa menghasilakn BBM baru diperlukan waktu yang sangat lama. Namun, dengan akal manusia yang telah Tuhan ciptakan, manusia bisa menemukan teknologi Bio ethanol sebagai bahan bakar/energy yang berbasis pada pertanian dan perkebunan.
Energi ini lebih mengedepankan pengumpulan dan penyimpanan energi matahari yang dapat diperbaharui dengan sendirinya (self sustainable) dan tidak merusak lingkungan karena tidak menyebabkan polusi. Energi ini berpikir tentang membudidayakan energi melalui tumbuhan hijau sehingga dikenal sebagai energy hijau (Green energy).
Sebenarnya bio ethanol ini tidak begitu sulit untuk pembuatannya, karena bahan bakunya tidak harus singkong bisa disesuaikan dengan lokasi yang ada, misalnya jagung, kelapa, aren, dll. Seandainya menggunakan singkong bisa menggunakan bibit dan teknologi budidaya singkong yang mempunyai produktifitas tinggi. Apalagi permintaan bio ethanol semakin meningkat. Perlu diketahui untuk setiap titik desa pun tidak membutuhkan begitu banyak biaya dalam pembuatan bio ethanol, artinya alokasi anggaran pembuatan bio ethanol sangat terjangkau.
Harapan saya, bahwa bagaimana masyarakat ditingkat desa bisa memanfaatkan teknologi bio ethanol sebagai bahan bakar mereka, sehingga permasalahan energy tidak begitu rumit. Disinipun perlu dibarengi dengan pembuatan kompor yang ramah lingkungan. Namun hal ini harus ada dukungan dari pihak pemerintah maupun swasta, karena tidak mungkin masyarakat langsung disuruh membuat bio ethanol tanpa ada sosialisasi dan pembinaan, misalkan:
1. Pelatihan ditingkat desa/kelompok cara membuat bio ethanol
2. Demplot fasilitasi alat pembuat bio ethanol
3. Teknologi budidaya bahan baku pembuatan bio ethanol
4. Bibit unggul untuk pembuatan bio ethanol
Jadi sangat mungkin jika di Kabupaten Wonosobo melakukan pengembangan bio ethanol di tingkat desa, sehingga tiap desa kedepan bisa berswasembada energy. Pada intinya semua bisa dilakukan asal kita semua mempunyai kemauan yang keras dan komitmen untuk berbuat baik.
Ditulis Oleh www.infoampuh.blogspot.com
Filed under: Bio-ethanol | Ditandai: Bio-ethanol | Tinggalkan sebuah Komentar »